Arsip untuk ‘Puisi Kebangsaan’ Kategori

Bangkit, Integritas

Posted: Februari 20, 2014 in Puisi, Puisi Kebangsaan

tunas

Disatu petang
Pilihan itu tak lagi ada,
Kabut menutupi jalan lain
Membuat diri memutar
Tersedot puting beliung
Masuk kedalam sumur tua
Tempat, tikus mengerat jantung
Membangun sebuah negeri…..

Jika saja, terompet satu kavaleri
Menjadi bisikan kembali
Aku takkan menyusuri
Lubang kecil yang membingungkan

Jika saja, aku memiliki teman
Dan seutas tali memanjat keatas
Tak akan diri kehabisan tenaga
Menangkap hijau permukaan

Kini,….
Jika bau busuk sumur tua itu
Adalah negeri yang menjerat
Setiap petualangan idealisme
Maka, biarkan dedaunan kering jatuh
Menutupinya
Dan hujan melumuri pinggirannya
Hingga, tak lagi bisa terbuka…..

Biarkan waktu yang bergulir
menjadikan tunas muda tumbuh
terjaga……diatasnya

Sketsa Kemerdekaan

Posted: Agustus 21, 2013 in Puisi, Puisi Kebangsaan

kemerdekaan

Berdiri diatas rawa-rawa
lembaran terbuang saja
dan doa tak lagi sakti
membuka tiap pintu harapan.

Aku pemimpi
yang mengamati kau, sebagai sketsa
kemerdekaan yang kering kerontang
menumpahkan sungai kesedihan
diatas lumpur pertikaian.

Gelap menyelimuti penantian esok

yang mencari tempat berlindung
tuk hargai kau, sebagai buah perjuangan
dan merasakan, kemerdekaan sesungguhnya…..


mesir

Lapangan Rabiah Adawiyah
tak gentar…

Dikepung bising
rasa sakit
melintas saja

Mengikat kepengecutan
melakukan yang tak diketahui
Hidup atau mati !

Melepas keberanian
melakukan yang tlah diketahui
Hidup atau mati !

Dan pintu terbuka
menyambut perjuangan
segera pulang kepadaNya